Pada tahun 2012, melalui skema YPP, Sekretariat PBB mengundang sejumlah
negara tertentu agar warga negaranya melamar untuk bekerja pada PBB. Negara
yang diundang adalah negara yang warga negaranya belum banyak menjadi staf
pada kantor sekretariat PBB, termasuk warga negara Indonesia (WNI). Pada
tahun 2013 ini, WN Indonesia sekali lagi diundang untuk berpartisipasi
dalam YPP. Di
dalam YPP, pelamar tidak diharuskan memiliki previous working experience
(padahal kalau melamar dengan jalur biasa, PBB biasanya meminta pengalaman
kerja minimal 5 tahun). Lowongan kerja yang terbuka pada tahun 2013 ini
adalah di bidang: administrasi, keuangan, informasi publik, hukum, dan
statistik.
Persyaratan yang harus dipenuhi pelamar:
- Memiliki ijazah minimal S1 sesuai bidang kerja yang ditawarkan.
- Lancar berbahasa Inggris secara lisan dan tulisan.
- Kemampuan berbahasa PBB lainnya (Perancis, Spanyol, Rusia, Arab, Cina) menjadi nilai tambah
- Belum berusia 32 tahun pada tanggal 3 Desember 2013
- Pelamar tidak diharuskan memiliki pengalaman kerja.
Lamaran dikirim secara online ke website PBB:
http://careers.un.org/
Lamaran melalui online tersebut akan diseleksi oleh kantor PBB (seleksi
tahap 1). Pelamar yang lolos seleksi ini, harus mengikuti ujian tertulis
(seleksi tahap 2). Ujian tertulis akan diadakan di Jakarta hanya kalau
terdapat sekurangnya 15 WNI yang lolos dari tahap seleksi administrasi. WNI
dapat pula memilih mengikuti ujian tertulis di negara lain (dengan biaya
sendiri). Apabila kurang dari 15 orang yang lolos seleksi administrasi,
maka peserta yang lolos akan dipersilahkan mengikuti ujian tertulis di
negara lain yang terdekat (dengan biaya sendiri).
Pendaftaran online mulai dibuka tanggal 3 Juni 2013 sampai dengan 1 Agustus
2013 untuk lowongan di bidang Administrasi, Keuangan, dan Informasi Publik.
Sedangkan untuk lowongan di bidang Hukum dan Statistik, pendaftaran online
dibuka mulai tanggal 8 Juli 2013 sampai dengan 5 September 2013. Ujian
tertulis rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2013 serentak
di seluruh dunia agar tidak terjadi kebocoran soal ujian.
Sebagai informasi, berdasarkan pengalaman tahun lalu (2012), melalui
lamaran secara online, telah terjaring 407 WNI di seluruh dunia. Dari jumlah
tersebut, kurang lebih 100-an orang WNI memilih mengikuti ujian tertulis di
Jakarta. Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan PBB,
telah mengadakan ujian tertulis di gedung Carakaloka (milik Kementerian Luar
Negeri), di Jl. Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. Ujian tertulis ini
dilakukan serentak di seluruh dunia. Di Jakarta, ujian dilaksanakan mulai
jam 5 sore sampai 9 malam. Peserta yang lolos ujian tertulis, diundang
untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya (tahap 3) berupa wawancara, yang
dilaksanakan di Bangkok. Biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung PBB.
No comments:
Post a Comment